UJIAN HATI  -   PETER GUNTUR

UJIAN HATI - PETER GUNTUR

Ringkasan Singkat

Khotbah ini membahas tentang pentingnya memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, hidup dalam kekudusan dan kesucian, serta mempersiapkan diri untuk dipakai Tuhan secara maksimal. Beberapa poin utama yang ditekankan adalah:

  • Penyembahan sejati lahir dari keintiman dengan Tuhan setiap hari, bukan hanya di tempat ibadah.
  • Kekristenan sejati adalah menjadi serupa segambar dengan Tuhan dalam karakter, sikap, dan tindakan.
  • Tuhan mencari orang-orang yang hatinya murni dan bersungguh-sungguh untuk dipercayakan perkara-perkara besar.
  • Proses pemurnian dari Tuhan seringkali tidak enak, tetapi bertujuan untuk membawa kita ke level kehidupan yang lebih tinggi.
  • Kita harus menjaga tubuh sebagai bait Allah dan hidup dalam kekudusan.

Pembukaan dan Doa [0:00]

Pendeta mengawali dengan doa syukur dan permohonan agar Roh Kudus hadir dan berbicara di tengah-tengah jemaat. Ia juga berdoa agar jemaat dipenuhi dengan hikmat, wahyu, dan pengertian, serta mengalami perubahan hidup dalam hadirat Tuhan. Pendeta juga menyampaikan apresiasi kepada tim pujian penyembahan dan jemaat yang hadir.

Refleksi Akhir Tahun [1:00]

Pendeta mengajak jemaat untuk merefleksikan perjalanan hidup sepanjang tahun, mengingat berkat dan mukjizat yang telah Tuhan berikan. Ia menekankan pentingnya memberikan diri sebagai persembahan yang hidup dan berkenan di hadapan Tuhan. Pendeta juga mengingatkan bahwa penyembahan yang sejati lahir dari hati yang murni, bukan sekadar rutinitas agama.

Penyembahan Sejati [2:56]

Penyembahan yang sejati lahir dari apa yang kita kerjakan setiap hari, melalui pekerjaan dan perkataan yang terbaik yang kita lakukan untuk Tuhan. Orang Kristen yang tidak terbiasa menyembah di rumah akan kesulitan menyembah di gereja. Pendeta memberikan contoh hubungan suami istri, di mana ketulusan dan cinta akan mengalir jika ada keintiman dan tanggung jawab.

Kerinduan akan Hadirat Tuhan [6:09]

Pendeta mengajak jemaat untuk memiliki kerinduan dan kelaparan akan Tuhan. Ia berdoa agar hadirat Tuhan dicurahkan dan memenuhi setiap orang dalam ruangan tersebut. Pendeta menekankan pentingnya melakukan bagian kita dan tidak melewatkan satu pun kesempatan untuk mengalami hadirat Tuhan.

Koreksi Diri dan Pertumbuhan Rohani [9:19]

Pendeta mengingatkan bahwa akhir tahun adalah waktu yang tepat untuk koreksi diri. Kekristenan kita harus semakin bertumbuh dan menjadi lebih kuat dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan rohani dimulai dengan komitmen untuk mengikuti cara Tuhan, bukan mengikuti ego dan hawa nafsu. Dampak, urapan, hikmat, pengaruh, dan otoritas kita akan semakin besar jika Tuhan menyertai kita.

Menjadi Berkat dan Memancarkan Kemuliaan Tuhan [11:34]

Ciri orang yang disertai Tuhan adalah memiliki damai sejahtera dan sukacita. Kita harus menjadi berkat bagi orang lain, terutama bagi keluarga kita. Orang yang bahagia dan disertai Tuhan akan memancarkan kemuliaan Tuhan. Pendeta mengajak jemaat untuk tersenyum dan menjadi berkat di rumah.

Menjadi Serupa Segambar dengan Tuhan [13:46]

Tujuan utama kekristenan adalah menjadi serupa segambar dengan Tuhan dalam karakter, ucapan, dan tindakan. Kita harus semakin kudus setiap hari dan menaklukkan ego serta hawa nafsu. Orang yang takut akan Tuhan akan menjauhi kejahatan. Pendeta berdoa agar jemaat mengalami terobosan dan menjadi berkat bagi banyak orang di tahun yang akan datang.

Kemurnian Hati dan Tokoh Alkitab [16:16]

Pendeta menekankan pentingnya memiliki hati yang murni di hadapan Tuhan. Kepentingan pribadi dapat menghalangi Tuhan untuk bekerja dalam hidup kita. Tokoh-tokoh Alkitab yang muncul ke permukaan adalah mereka yang memiliki hati yang murni. Pendeta juga mengingatkan bahwa jaminan untuk tahun depan adalah mukjizat, kesembuhan, dan pertolongan yang telah Tuhan berikan sepanjang tahun ini.

Pikul Salib dan Pentakosta Ketiga [18:35]

Pendeta menjelaskan bahwa ikut Tuhan itu tidak selalu enak di area jiwa, pikiran, perasaan, dan kehendak kita. Kita harus belajar menaklukkan diri dan mengizinkan Roh Kudus membimbing kita kepada seluruh kebenaran. Pentakosta ketiga akan terjadi dengan orang-orang yang dipenuhi Roh Kudus dan memiliki kerinduan untuk pikul salib serta menyangkal diri.

Tanggung Jawab Urapan dan Kemurnian Batin [20:25]

Orang yang dipercayakan urapan harus tahu posisinya dan membawa hadirat kerajaan Allah untuk dimanifestasikan di muka bumi. Ini dimulai dengan mati terhadap diri sendiri, ego, dan hawa nafsu. Kita harus mengizinkan Roh Kudus mengkoreksi sampai kedalaman batin kita dan menyingkirkan motivasi yang tidak benar serta sikap hati yang busuk.

Kekudusan dan Kesucian [22:01]

Pendeta mengajak jemaat untuk menjalani tahun yang akan datang dengan kekudusan dan kesucian. Kita harus membangun keintiman dengan Tuhan dan melakukan yang terbaik di tempat kerja kita. Ibadah yang sejati adalah mempersembahkan tubuh kita sebagai korban yang berkenan di hadapan Tuhan.

Menjadi Orang Spesial di Mata Tuhan [24:18]

Kita harus menjadi orang yang spesial di mata Tuhan, bukan orang yang biasa-biasa saja. Orang yang bisa menggerakkan hati Tuhan akan melahirkan kebangunan rohani. Pendeta mencontohkan kebangunan rohani di Soe, Kupang, yang dipimpin oleh Pendeta Meltari. Tuhan ingin memanifestasikan pekerjaan-Nya di muka bumi melalui sikap, tindakan, dan perbuatan kita.

Dikenal dari Perbuatan [26:20]

Anak-anak Tuhan dikenal dari perbuatannya. Kita harus membuat keputusan hari ini untuk berjalan bersama Tuhan, hidup penuh penguasaan diri, dan mempermuliakan nama Tuhan. Orang Kristen yang tidak berubah adalah orang yang puas dengan apa yang dicapainya hari ini. Pendeta juga memberikan semangat kepada generasi muda (generasi Z) untuk menjadi generasi yang powerful dan melihat kuasa Tuhan dinyatakan.

Meninggalkan Jejak Ilahi [28:42]

Kita harus meninggalkan jejak Ilahi melalui perbuatan kita. Perjalanan hidup kita seperti menulis buku diari yang akan dibaca oleh anak cucu kita. Pendeta ingin dikenal sebagai hamba Tuhan yang hidup dalam kemurnian hati, dipakai Tuhan, dan memberkati banyak orang. Ia juga mencontohkan tokoh-tokoh Alkitab yang imannya memberi dampak sampai hari ini.

Koreksi Diri dan Mengendalikan Diri [31:10]

Kita harus mengkoreksi diri sendiri daripada mengkoreksi orang lain. Pendeta memberikan rahasia bahwa ia tidak pernah membicarakan kelemahan istrinya, tetapi melihat sisi baiknya. Kita harus mengendalikan diri dan penuh penguasaan diri. Pendeta mengajak jemaat untuk mengizinkan Tuhan mengkoreksi setiap hari dan menyelidiki batin serta hati kita.

Dipercayakan Sesuatu yang Besar [33:33]

Jika kita mengizinkan Tuhan mengkoreksi hati kita, kita akan diubahkan setiap hari dan dipercayakan sesuatu yang besar. Mata Tuhan menjelajah ke seluruh bumi mencari orang yang bersungguh hati kepada-Nya untuk dipercayakan kuasa, otoritas, hikmat, pengurapan, dan pengaruh. Pelayanan pun harus murni.

Setia dalam Perkara Kecil [34:28]

Prinsip kerajaan Allah adalah setia dalam perkara kecil, baru Tuhan akan percayakan perkara yang lebih besar. Pendeta mencontohkan Raja Saul yang tidak setia melakukan kehendak Tuhan dan akhirnya digantikan oleh Daud. Kita harus setia melakukan pelayanan apapun dengan sepenuh hati. Surga sedang memandangi kita dan melihat apakah kita setia atau tidak.

Proses Pemurnian dan Kapasitas [38:11]

Pendeta menceritakan pengalamannya menjadi hamba Tuhan dari tahun 1998 dan melalui proses yang panjang. Kita harus bekerja dengan sepenuh hati dan menjadi orang-orang yang berkapasitas. Jika kita punya kapasitas, orang dunia akan belajar dari kita. Orang Kristen seharusnya tidak perlu melamar pekerjaan, tetapi dicari pekerjaan.

Mazmur 139:23 dan Proses Tuhan [42:21]

Pendeta mengajak jemaat untuk membaca Mazmur 139:23, "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku." Proses Tuhan seringkali menyakitkan, tetapi bertujuan untuk membawa kita ke level kehidupan yang seperti Dia mau. Kita harus tetap tersenyum dan merespon dengan benar saat diproses.

Karakter yang Matang dan Perubahan Pola Hidup [46:11]

Pendeta menekankan pentingnya kemurnian yang lahir dari proses pemurnian. Kita harus belajar dari Yusuf yang diproses dan diremukkan. Tuhan memakai orang-orang di sekitar kita dan kejadian untuk meremukkan kita. Untuk dipercayakan sesuatu yang besar, dibutuhkan karakter yang matang dan dewasa. Pendeta juga menceritakan pengalamannya mengalami kelumpuhan dan mengubah pola hidupnya. Kita harus menjaga tubuh sebagai bait Allah dan hidup dalam kekudusan.

Persiapan untuk Kebangunan Rohani [49:52]

Orang yang mau dipakai Tuhan adalah orang yang mempersiapkan dirinya dan available di hadapan Tuhan. Kita harus mempersiapkan fisik, rohani, dan jiwa kita untuk terlibat dalam kebangunan rohani yang akan datang. Tahun depan kita akan melihat sesuatu yang ajaib dan hidup kita akan dibawa ke dalam level yang berbeda.

Watch the Video

Date: 3/10/2026 Source: www.youtube.com
Share

Stay Informed with Quality Articles

Discover curated summaries and insights from across the web. Save time while staying informed.

© 2024 BriefRead