Ringkasan Singkat
Podcast ini membahas tentang konsep tujuan hidup (purpose) yang seringkali disalahpahami. Ria Jacobs, seorang pengusaha dan penulis, berbagi pandangannya tentang bagaimana menemukan dan menjalani tujuan hidup yang selaras dengan diri sendiri. Beberapa poin penting yang dibahas:
- Tujuan hidup tidak harus tunggal dan monumental, tetapi bisa beragam dan sederhana.
- Kesadaran diri (self-awareness) adalah kunci untuk menemukan tujuan hidup yang sejati.
- Pertumbuhan dan perubahan adalah bagian integral dari perjalanan menemukan tujuan hidup.
- Rasa takut adalah hal yang wajar, tetapi jangan biarkan rasa takut menghalangi untuk meraih tujuan hidup.
- Warisan budaya dan tradisi kuno dapat memberikan perspektif berharga tentang tujuan hidup.
Pendahuluan [0:00]
Ria Jacobs kembali menjadi bintang tamu di podcast ini untuk membahas tentang tujuan hidup (purpose). Erica, pembawa acara, memuji Ria atas jurnal yang dibuatnya tentang tujuan hidup. Mereka akan membahas makna praktis dari tujuan hidup, cara mencapainya, dan mitos-mitos yang melingkupinya.
Mengapa Kita Merasa Tersesat? [2:50]
Seringkali, orang merasa tersesat meskipun telah mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan. Ria menjelaskan bahwa perasaan ini bisa menjadi pertanda akan adanya terobosan. Ketidakbahagiaan dan perasaan tersesat muncul karena mengejar validasi eksternal, bukan memenuhi kebutuhan dari dalam diri. Tujuan hidup berperan dalam menyelaraskan diri dengan jati diri yang sebenarnya. Model kehidupan yang umum (sekolah, kuliah, kerja hingga usia 60) sudah usang karena orang-orang kini menciptakan garis waktu mereka sendiri dan tidak lagi membandingkan diri dengan orang lain.
Apakah Tujuan Hidup Itu Tunggal? [5:33]
Ria menekankan bahwa tujuan hidup tidak harus tunggal dan monumental. Tujuan hidup bisa ditemukan dalam momen-momen sederhana dan murni dalam hidup. Kesalahpahaman terbesar adalah anggapan bahwa setiap orang hanya memiliki satu tujuan hidup. Setiap individu memiliki banyak peran dalam hidup (istri, ibu, teman, saudara), sehingga tidak mungkin hanya memiliki satu tujuan. Tujuan hidup dapat berkembang seiring waktu karena pertumbuhan dan pembelajaran.
Memulai Proses Penyelarasan Diri [7:57]
Bagi mereka yang merasa tidak terpenuhi dan tersesat, langkah pertama adalah meningkatkan kesadaran diri (self-awareness). Penting untuk mengenali kekuatan dan kekurangan diri sendiri, baik secara internal (tanpa pengaruh dunia luar) maupun eksternal (dengan mempertimbangkan masukan dari orang lain). Proses ini melibatkan penyembuhan diri (healing) dan mengenali inner child. Fondasi yang kuat sangat penting untuk membangun kehidupan dan tujuan hidup yang bermakna.
Langkah Praktis Menuju Tujuan Hidup [10:07]
Ria menyarankan untuk menggali lebih dalam daripada sekadar menjawab pertanyaan singkat. Langkah pertama adalah mengidentifikasi "Siapa saya sekarang?", "Apa yang saya kuasai?", dan "Apa yang dibutuhkan dunia?". Tujuan hidup bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tentang memberikan kontribusi kepada dunia. Kutipan dari Picasso, "Makna hidup adalah menemukan tujuanmu, dan tujuan hidup adalah memberikannya," menggarisbawahi pentingnya berbagi tujuan hidup dengan orang lain.
Memberi Dampak pada Dunia [11:34]
Dampak yang diberikan kepada dunia tidak harus selalu berupa tindakan besar yang memengaruhi jutaan orang. Dampak sederhana seperti meninggalkan warisan positif bagi anak-anak juga merupakan tujuan hidup yang bermakna. Ria memperkenalkan konsep kepribadian yang terkait dengan tujuan hidup, yang meliputi:
- Inovator: Mereka yang mengubah dunia dengan ide-ide mereka.
- Penyembuh: Mereka yang membawa kebahagiaan dan kenyamanan bagi orang lain.
- Ahli Strategi: Mereka yang membantu memecahkan masalah dengan langkah-langkah yang terstruktur.
- Pengasuh: Mereka yang menghargai komunitas dan ingin semua orang didengar dan dilihat.
Seseorang dapat memiliki kombinasi dari beberapa kepribadian ini.
Mengatur Tujuan Hidup di Berbagai Bidang [14:37]
Tidak ada salahnya untuk membagi tujuan hidup ke dalam berbagai bidang kehidupan. Hal ini memungkinkan seseorang untuk menjadi versi terbaik dari dirinya di setiap bidang. Konsep ini mirip dengan compartmentalizing, di mana seseorang dapat memisahkan berbagai bagian kehidupan agar tidak membawa energi negatif dari satu bidang ke bidang lainnya. Bagi wanita ambisius, mengakui tujuan hidup yang berbeda di rumah dan di tempat kerja dapat membantu menyeimbangkan energi maskulin dan feminin.
Pertumbuhan dan Tujuan Hidup [17:54]
Pertumbuhan dan perubahan adalah bagian tak terpisahkan dari menemukan tujuan hidup. Tidak perlu menunggu hingga merasa "grounded" dan selaras sebelum mempertimbangkan tujuan hidup. Seseorang dapat mengidentifikasi tujuan hidup sambil terus mengembangkan diri. Proses penyembuhan (healing) adalah siklus yang berkelanjutan, sehingga tidak perlu menunda pencarian tujuan hidup hingga merasa "sembuh" sepenuhnya.
Tujuan Hidup yang Berubah [20:42]
Ria berbagi pengalamannya tentang bagaimana tujuan hidupnya berubah dari bekerja di industri fashion menjadi fokus pada mereknya, Ry. Meskipun ia mencintai fashion, ia menyadari bahwa kepuasan yang didapat dari Ry jauh lebih besar. Pengalaman di industri fashion tetap menjadi bagian dari dirinya, tetapi tujuan hidupnya saat ini adalah mengembangkan Ry.
Perspektif Generasi tentang Tujuan Hidup [22:37]
Berbicara tentang tujuan hidup dengan cara ini terasa lebih ringan karena generasi saat ini tidak lagi terpaku pada model karir yang linier seperti generasi sebelumnya. Generasi sekarang lebih terbuka untuk mengeksplorasi berbagai bidang dan bisnis potensial, meskipun ada risiko kegagalan. Penting untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain yang memilih jalur yang lebih aman dan tradisional.
Tujuan Hidup dalam Konteks Budaya [25:26]
Ria menjelaskan bahwa hanya 25% dari populasi dunia yang mengetahui tujuan hidup mereka. Ia ingin mengubah narasi bahwa tujuan hidup adalah sesuatu yang tidak terjangkau dan hanya dimiliki oleh segelintir orang. Ia ingin memberdayakan orang-orang untuk mengambil kendali dan menentukan tujuan hidup mereka sendiri, baik itu sederhana maupun monumental.
Tradisi Kuno tentang Tujuan Hidup [25:43]
Tradisi kuno dapat memberikan pelajaran berharga tentang tujuan hidup yang mungkin telah dilupakan oleh masyarakat Barat modern. Contohnya, komunitas Zulu memiliki konsep Ubuntu, yang berarti "Saya ada karena kita ada." Dalam komunitas ini, tujuan hidup seseorang harus selaras dengan kepentingan seluruh komunitas. Filosofi Yunani kuno, Arete, menekankan pentingnya meningkatkan diri sendiri dan keterampilan, bukan hanya mengejar kekayaan. Konsep Jepang, Ikigai, menggabungkan apa yang dicintai, apa yang dikuasai, apa yang dibutuhkan dunia, dan apa yang dapat dibayar untuk dilakukan.
Ilmu Pengetahuan tentang Visualisasi Tujuan Hidup [29:30]
Ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa visualisasi dapat membantu mencapai tujuan hidup. Konsep neuroplastisitas menjelaskan bahwa otak dapat diubah dan dilatih untuk fokus pada tujuan tertentu. Dengan memvisualisasikan tujuan, otak akan mencari peluang dan cara untuk mewujudkannya. Namun, visualisasi harus disertai dengan tindakan nyata.
Peran Rasa Takut dalam Tujuan Hidup [33:37]
Rasa takut adalah bagian tak terhindarkan dari perjalanan menemukan tujuan hidup. Penting untuk membedakan antara rasa takut yang bermanfaat (yang melindungi dari bahaya) dan rasa takut yang menghambat (yang membuat tetap kecil). Rasa takut yang bermanfaat adalah seperti panduan internal yang membantu membuat keputusan yang bijaksana. Rasa takut yang menghambat membuat seseorang terpaku dan tidak berani mengambil risiko. Momentum sangat penting dalam hidup, karena segala sesuatu yang stagnan akan membusuk.
Pesan Penutup [37:55]
Ria memberikan pesan penutup bahwa setiap orang adalah seniman yang melukis kanvas kehidupan mereka sendiri. Ia mengajak para pendengar untuk mengambil kendali dan menciptakan kehidupan yang mereka inginkan. Erica memuji Ria atas perjalanan dan dedikasinya, serta menginspirasi banyak orang.