#momscorner 75 Rensia Sanvira | Satu Bentakan Bisa Merusak Perkembangan Otak Anak?

#momscorner 75 Rensia Sanvira | Satu Bentakan Bisa Merusak Perkembangan Otak Anak?

Ringkasan Singkat

Video ini membahas pentingnya komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak, yang bukan hanya tentang kata-kata tetapi juga tentang emosi, nada bicara, dan energi. Karencia Sanvira menekankan bahwa anak-anak menyimpan kamus rasa di badan mereka, dan orang tua perlu membantu memberi nama pada emosi tersebut. Dia juga memperkenalkan konsep audio live sebagai alat untuk menenangkan otak anak dan membuatnya lebih reseptif terhadap pembelajaran dan komunikasi.

  • Komunikasi yang efektif melibatkan emosi, nada bicara, dan energi, bukan hanya kata-kata.
  • Anak-anak menyimpan kamus rasa di badan mereka, dan orang tua perlu membantu memberi nama pada emosi tersebut.
  • Audio live dapat membantu menenangkan otak anak dan membuatnya lebih reseptif terhadap pembelajaran dan komunikasi.

Awal Mula Perjalanan Parenting Karencia [1:41]

Karencia memulai perjalanan parenting-nya dengan belajar untuk anaknya sendiri karena menyadari bahwa menjadi orang tua adalah pekerjaan tersulit di dunia tanpa panduan pasti. Dia ingin mempersiapkan diri sebelum anaknya lahir agar tidak kebingungan saat anak tantrum. Karencia menekankan pentingnya membereskan diri sendiri terlebih dahulu sebagai orang tua, karena trauma masa lalu dapat memengaruhi cara mendidik anak. Dia ingin memutus pola pikir negatif dalam keluarga dan mendidik anak tanpa bentakan atau marah-marah.

Pentingnya Komunikasi dalam Parenting [5:18]

Komunikasi dengan anak bukan hanya tentang penting atau tidak, tetapi wajib. Karencia menjelaskan bahwa komunikasi bukan hanya tentang kalimat atau kata-kata, tetapi juga tentang emosi, nada bicara, dan energi yang kita ungkapkan. Anak-anak pertama kali membaca bagaimana cara orang tua berbicara, apakah mereka merasa terancam atau aman. Masalah utama pada anak seringkali adalah emosi dan bahasa mereka tidak nyambung dengan orang tua.

Bahasa Ibu Anak adalah Nada Bicara [8:18]

Nada bicara ibu adalah bahasa ibu pertama bagi anak, bukan bahasa Jawa, Indonesia, atau Inggris. Anak-anak akan meniru nada bicara dan sikap orang tua mereka. Karencia menekankan bahwa apa yang kita katakan kepada diri sendiri juga penting, karena anak-anak mendengarkan dan merasa jika orang tua tidak menerima diri mereka sendiri. Anak-anak menyimpan kamus rasa di badan mereka, dan orang tua perlu membantu memberi nama pada emosi tersebut.

Anak Menyimpan Kamus Rasa di Badan [10:18]

Sebelum anak mengenal rasa takut, marah, atau senang, badannya merasakan duluan. Anak-anak mengekspresikan emosi melalui tindakan seperti memukul atau membanting barang karena belum bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Orang tua perlu menemani dan memberi kata untuk rasa yang anak rasakan. Komunikasi adalah bahasa di kepala anak seumur hidup, dan cara kita berbicara kepada anak akan menjadi cara mereka berbicara kepada diri sendiri.

Komunikasi adalah Blueprint Masa Depan Anak [13:38]

Komunikasi dengan anak adalah blueprint bagi cara mereka memperlakukan teman, pasangan, dan anak-anak mereka kelak. Karencia menekankan bahwa kita sedang membentuk satu generasi melalui cara kita membesarkan anak. Anak-anak perlu merasa disayang karena diri mereka sendiri, bukan karena menjadi sempurna. Banyak anak merasa lelah karena berjuang untuk memenuhi ekspektasi orang tua.

Pentingnya Penerimaan dan Tempat Pulang [15:12]

Manusia ingin dibanggakan, disayang, dan diterima. Orang tua adalah tempat anak seharusnya mendapatkan penerimaan tanpa syarat. Anak-anak yang merasa tidak memiliki tempat pulang atau diterima lebih rentan mengakhiri hidup. Komunikasi yang baik adalah wajib dan membentuk anak menjadi seperti apa. Anak-anak tidak akan jujur jika mereka merasa akan dimarahi atau tidak diterima saat melakukan kesalahan.

Tidak Ada Parenting yang Paling Benar [19:38]

Tidak ada parenting yang paling benar, tetapi parenting yang efektif untuk anak. Setiap anak berbeda dan membutuhkan pendekatan yang berbeda pula. Karencia menekankan pentingnya membaca anak dan melakukan trial and error untuk menemukan cara yang paling efektif. Keras pada anak boleh saja, asalkan diimbangi dengan kasih sayang dan membuat anak merasa dicintai. Setelah marah, jangan lupa minta maaf dan jelaskan alasannya.

Mempersiapkan Anak untuk Memahami Perkataan Orang Tua [27:53]

Anak-anak perlu dipersiapkan untuk memahami perkataan orang tua. Karencia memperkenalkan audio live sebagai alat untuk menenangkan otak anak dan membuatnya lebih reseptif terhadap pembelajaran dan komunikasi. Audio live adalah musik terapi dengan frekuensi gelombang yang menstimulasi otak anak, menurunkan emosi, dan menstabilkannya. Ini berbeda dengan white noise yang hanya menutup suara.

Cara Kerja Audio Live dan Manfaatnya [31:28]

Audio live diputar saat anak bangun dan beraktivitas untuk menstimulasi otaknya. Semakin dini digunakan, semakin bagus, tetapi tidak ada kata terlambat. Durasi idealnya adalah minimal satu jam, optimalnya empat jam sehari. Audio live membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus dan keterlambatan bicara dengan menenangkan otak dan membuatnya lebih mudah menerima kosakata.

Musuh Utama Otak Anak adalah Bentakan [38:39]

Bentakan merusak otak anak, membuat mereka tidak percaya diri dan penakut. Karencia menekankan pentingnya kesabaran dalam menggunakan audio live, karena perubahan membutuhkan waktu. Otak anak seperti otot yang perlu dilatih secara konsisten. Audio live membantu otak mendengar dengan jelas, sehingga anak bisa belajar dan berkomunikasi dengan lebih baik.

Mengatasi Keterlambatan Bicara pada Anak [44:01]

Anak-anak terlambat bicara karena orang tua sering terlambat mengajak mereka berkomunikasi. Karencia menyarankan untuk mengajak anak berbicara sejak bayi, menggunakan bahasa yang dipelanin agar anak bisa melihat gerakan mulut. Jangan menunggu anak bisa berbicara baru diajak berkomunikasi. Anak-anak perlu briefing dalam segala hal, dan orang tua perlu memahami kebutuhan anak.

Tantrum Bukan Fase yang Harus Diwajarkan [50:51]

Karencia tidak setuju dengan anggapan bahwa tantrum adalah fase yang wajar. Dia menekankan pentingnya mendidik anak sebelum mereka tantrum dan tidak mewajarkan perilaku yang salah hanya karena anak lain juga melakukannya. Anak-anak perlu tahu batasan dan jadwal, sehingga mereka merasa aman dan bisa memprediksi apa yang akan terjadi. Orang tua perlu menjadi orang tua, bukan hanya teman bagi anak.

Memulai Perubahan Komunikasi dengan Anak [57:30]

Untuk mengubah cara berkomunikasi dengan anak, mulailah dengan meminta maaf. Akui kesalahan dan ajak anak belajar bersama. Jangan berjanji tidak akan marah lagi, tetapi berikan pengertian dan hargai komplain anak. Anak-anak perlu tahu bahwa mereka punya perasaan dan boleh kecewa. Jangan membandingkan anak dengan orang lain, karena anak juga bisa membandingkan orang tua.

Tips Komunikasi Efektif dengan Anak [1:02:01]

Saat berbicara dengan anak di bawah 5 tahun, sesuaikan tinggi badan, lakukan kontak mata, dan pegang mereka. Gunakan kata-kata yang sederhana (4-6 kata) dan berikan jeda. Berikan pilihan daripada perintah langsung. Untuk working mom dan dad, jangan merasa bersalah karena bekerja juga demi anak. Buat waktu yang konsisten dan fokus dengan anak setiap hari.

Harapan untuk Generasi Anak-Anak Sekarang [1:11:53]

Karencia berharap generasi anak-anak sekarang menjadi generasi pertama di keluarga mereka yang bisa mengatakan kepada anak-anak mereka bahwa mereka tetap dipeluk meskipun salah, diterima apa adanya, dan punya tempat untuk pulang. Komunikasi dengan anak adalah cara untuk menyembuhkan diri sendiri dan mematahkan luka lama. Belajar berkomunikasi dengan anak adalah wajib.

Watch the Video

Date: 1/28/2026 Source: www.youtube.com
Share

Stay Informed with Quality Articles

Discover curated summaries and insights from across the web. Save time while staying informed.

© 2024 BriefRead