Ringkasan Singkat
Video ini membahas tentang teori konspirasi elit global, mengapa manusia menyukainya, dan bagaimana hal itu berkaitan dengan evolusi manusia. Dijelaskan pula mengenai konsep "elit" dan bagaimana peradaban memunculkan elit-elit pemalas yang justru memiliki waktu untuk merenung dan berpikir.
- Teori konspirasi sudah ada sejak zaman nenek moyang dan membantu mereka bertahan hidup.
- Mitos dan hoaks seringkali mengandung sedikit kebenaran yang membuat kita lebih percaya.
- Peradaban didasarkan pada eksploitasi oleh sekelompok kecil orang (elit) terhadap banyak orang.
- Perang, meskipun menimbulkan korban, juga menghasilkan kemajuan bagi manusia.
- Menghindari hoaks dan teori konspirasi sulit karena itu adalah bagian dari kehidupan kita.
Pembukaan [0:07]
Abu Marlo membuka dialog dengan Dr. Riw Hasan mengenai konspirasi elit global, sebuah topik yang sedang menarik perhatian. Mereka akan membahas apa itu konspirasi, mengapa manusia menyukainya, dan bagaimana hal itu berkaitan dengan sistem yang sering dibicarakan, seperti vaksin. Dr. Riw Hasan bercerita bahwa dirinya dituduh sebagai anggota Illuminati.
Mengapa Otak Kita Suka Teori Konspirasi [2:17]
Teori konspirasi adalah bagian dari perkembangan otak manusia. Nenek moyang kita, sebagai pemburu dan pengumpul, keselamatan mereka bergantung pada kecepatan merespon lingkungan dan pola, bukan pada pengetahuan fisika, kimia, atau biologi. Otak manusia yang mengembangkan teori konspirasi memiliki keuntungan evolusioner untuk bertahan hidup. Contohnya, nenek moyang yang melihat semak bergerak dan langsung berasumsi ada bahaya lebih mungkin selamat daripada yang mencoba membuktikan apa yang ada di balik semak tersebut.
Mitos dan Kebenaran [6:58]
Semakin mengancam sebuah teori konspirasi, mitos, atau hoaks, semakin mudah otak kita percaya. Kebenaran seringkali didasarkan pada siapa yang berbicara, misalnya kepala suku atau dukun. Konspirasi adalah permufakatan, sedangkan teori konspirasi adalah mitos atau cerita bohong yang dikembangkan seolah-olah mengancam kita. Dalam sebuah mitos besar, hampir semuanya bohong, tetapi biasanya ada sedikit kebenaran yang membuat kita lebih percaya. Contohnya, mitos tentang wortel yang bisa membuat mata lebih sehat, padahal awalnya digunakan Winston Churchill untuk mengelabui Hitler.
Peran Elit dalam Peradaban [13:51]
Elit adalah kelompok yang dianggap sebagai pusat dalam suatu kelompok. Elit jarang muncul pada masa pemburu-pengumpul karena semua orang egaliter. Elitisasi muncul pada masa pertanian, di mana ada orang-orang yang tidak bekerja tetapi mengaku memimpin. Pada masa ini, pertanian harus dijaga mati-matian, sehingga muncul kelas penjaga atau tentara yang mendapat bagian lebih banyak saat panen. Peradaban memunculkan elit-elit pemalas yang memiliki waktu untuk merenung dan berpikir, sehingga muncullah filsuf. Fondasi peradaban adalah sedikit orang mengeksploitasi banyak orang.
Elit Global dan Hukum Peradaban [21:27]
Elit ada di berbagai level, dari desa hingga global. Kebenarannya adalah ada orang-orang elit di tingkat global, seperti Elon Musk atau Steve Jobs. Fondasi peradaban manusia adalah sedikit orang mengeksploitasi banyak orang, dan itu adalah hukum peradaban yang tidak bisa dihindari. Bahkan, Abu Marlo secara tidak langsung mengeksploitasi orang-orang yang menonton videonya. Setelah revolusi industri, muncul kelompok-kelompok baru yang menguasai sumber daya dan bukan berasal dari keluarga kerajaan.
Perang dan Kemajuan [26:35]
Elit seringkali menggerakkan perang untuk memutar roda ekonomi dengan cepat. Perang salib, misalnya, digerakkan oleh elit agama dan politik yang tidak ikut perang tetapi merasakan manfaatnya. Perang juga menghasilkan kemajuan bagi manusia. Perang Dunia Pertama memberikan pengetahuan tentang transfusi, sedangkan Perang Dunia Kedua memberikan antibiotik dan cikal bakal komputer serta pesawat ruang angkasa.
Menyikapi Hoaks dan Teori Konspirasi [32:40]
Menghindari hoaks dan teori konspirasi sulit karena itu adalah bagian dari kehidupan kita. Kita menciptakan mitos untuk mengatur anak-anak kita. Jangan terlalu yakin dengan keyakinanmu karena ada peluang untuk salah. Ajarkan generasi kita dengan pengetahuan, bukan dengan keyakinan. Elit global menguasai, tetapi sulit untuk menunjuk namanya atau kelompoknya.
Ancaman vs. Iming-iming [37:40]
Otak lebih aware terhadap yang menakutkan daripada yang menenangkan karena kemampuan bertahan hidup adalah kemampuan menghindari bahaya. Ancaman kehidupan jauh lebih penting daripada harapan terpenuhi. Ancaman terhadap siksa atau dosa lebih efektif daripada iming-iming pahala.
Kerja Sama vs. Eksploitasi [39:44]
Dalam sejarah, tidak pernah terjadi orang yang dieksploitasi balik mengeksploitasi orang yang mengeksploitasi mereka. Revolusi seringkali hanya mengganti penguasa dengan orang-orang yang kemarin-kemarin juga. Mengeksploitasi perlu keterampilan dan latihan. Elit tidak selalu cerdas, tetapi mereka terlatih dan terbiasa berperilaku sebagai elit.
Pernyataan Penutup [47:13]
Dr. Riw Hasan tidak ingin manusia terbebas dari mitos. Ia hanya menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Peradaban didasarkan pada sedikit orang mengeksploitasi banyak orang, dan itu adalah fakta sejarah. Jangan terlalu yakin dengan keyakinanmu supaya tidak takut. Belajar dari fakta dapat mengurangi ketakutan kita atas mitos-mitos yang kita buat sendiri. Jika ingin kaya atau menjadi mitos, ada caranya, asalkan kita bisa menerima konsekuensinya.