Cara Penulisan TANDA BACA dan Fungsinya dengan BAIK dan BENAR

Cara Penulisan TANDA BACA dan Fungsinya dengan BAIK dan BENAR

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang arti dan fungsi tanda baca dalam penulisan. Tanda baca penting untuk memberikan kejelasan, jeda, dan intonasi yang tepat dalam kalimat. Video ini menjelaskan 15 jenis tanda baca beserta contoh penggunaannya, mulai dari tanda titik, koma, hingga tanda petik dan apostrof.

  • Tanda baca memberikan struktur dan kejelasan pada tulisan.
  • Setiap tanda baca memiliki fungsi spesifik yang memengaruhi makna kalimat.
  • Pemahaman tanda baca penting untuk menulis dengan baik dan efektif.

Pendahuluan [0:00]

Kak Narita membuka video dengan menjelaskan pentingnya mempelajari tanda baca. Pemahaman tentang tanda baca sangat berguna dalam kegiatan belajar di sekolah maupun di kehidupan sehari-hari. Sebelum memulai pembahasan, Kak Narita mengajak penonton untuk subscribe ke channel Ayo Cerdas Indonesia agar tidak ketinggalan video-video terbaru.

Tanda Titik [1:04]

Tanda titik digunakan untuk mengakhiri sebuah kalimat. Fungsinya adalah untuk menandakan berhenti atau tidak ada kelanjutan kata lainnya dalam kalimat tersebut. Contohnya, "Ayahku pergi ke Solo." Tanda titik diletakkan setelah kata "Solo" untuk menandakan akhir kalimat.

Tanda Koma [1:32]

Tanda koma berfungsi untuk memberikan jeda sejenak dalam kalimat. Biasanya digunakan untuk memisahkan unsur-unsur dalam suatu perincian. Contohnya, "Aku membeli buku, pensil, penghapus, dan tas." Tanda koma memisahkan setiap barang yang dibeli sebelum kata "dan" yang terakhir.

Tanda Titik Koma [2:19]

Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis atau setara. Contohnya, "Malam semakin larut; Pekerjaanku belum selesai juga." Tanda titik koma menghubungkan dua pernyataan yang memiliki hubungan makna.

Tanda Titik Dua [3:00]

Tanda titik dua digunakan di akhir pernyataan lengkap yang diikuti oleh penjelasan detail. Contohnya, "Kita sekarang memerlukan perabotan rumah tangga: kursi, meja, lemari, dan lain sebagainya." Tanda titik dua memperkenalkan daftar atau penjelasan dari pernyataan sebelumnya.

Tanda Hubung [3:44]

Tanda hubung digunakan untuk menyambungkan suku kata dasar yang terpisah oleh baris. Contohnya, "Nanti sore kita akan jalan-jalan di taman." Tanda hubung menghubungkan kata "jalan" yang diulang.

Tanda Pisah [4:32]

Tanda pisah digunakan untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan di luar bangun kalimat. Contohnya, "Kemerdekaan bangsa itu—segera akan tercapai—diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri." Tanda pisah memberikan penekanan pada informasi tambahan.

Tanda Elipsis [5:13]

Tanda elipsis (titik tiga) digunakan untuk menandakan kalimat yang terputus-putus. Contohnya, "Kalau begitu..." Tanda elipsis menunjukkan adanya bagian kalimat yang dihilangkan atau tidak selesai.

Tanda Tanya [5:44]

Tanda tanya digunakan untuk memberikan penjelasan atau memperjelas intonasi ketika bertanya. Contohnya, "Kapan kita akan berangkat?" Tanda tanya menandakan bahwa kalimat tersebut adalah sebuah pertanyaan.

Tanda Seru [6:17]

Tanda seru digunakan untuk memperjelas kalimat perintah atau seruan, atau untuk mengekspresikan emosi. Contohnya, "Tutup pintunya!" (perintah) atau "Alangkah seramnya peristiwa itu!" (emosi). Tanda seru memberikan penekanan pada kalimat.

Tanda Kurung [7:07]

Tanda kurung digunakan untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Contohnya, "Sore ini aku akan belajar di ACI (Ayo Cerdas Indonesia) bersama teman-teman." Tanda kurung memberikan informasi tambahan yang tidak terlalu penting.

Tanda Kurung Siku [7:44]

Tanda kurung siku digunakan untuk mengapit kata atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat yang ditulis orang lain. Contohnya, "Saya men[d]engar teriakan tadi sore." Tanda kurung siku menunjukkan adanya koreksi atau penambahan pada teks asli.

Tanda Petik Dua [9:00]

Tanda petik dua digunakan untuk mengapit petikan langsung dari seseorang atau naskah yang tertulis. Contohnya, "Saya belum siap," kata Mirna, "Tunggu sebentar ya." Tanda petik dua menandakan ucapan langsung dari seseorang.

Tanda Petik Tunggal [10:00]

Tanda petik tunggal digunakan untuk mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. Contohnya, "Semakin hari," kata Bella, "Apakah kau mendengar suara kring 'kring'?" Tanda petik tunggal menandakan adanya petikan di dalam petikan.

Tanda Garis Miring [10:57]

Tanda garis miring biasanya digunakan dalam penulisan nomor pada kop surat. Fungsinya adalah untuk memisahkan elemen-elemen dalam nomor surat.

Tanda Penyingkat (Apostrof) [11:10]

Tanda penyingkat atau apostrof digunakan untuk menunjukkan penghilangan kata atau dalam penulisan tahun. Contohnya, '88 (untuk 1988). Tanda apostrof menunjukkan adanya bagian yang dihilangkan.

Penutup [11:56]

Kak Narita menutup video dengan menekankan pentingnya memahami fungsi tanda baca dalam penulisan. Dengan memahami tanda baca, kita dapat menulis dengan lebih baik dan efektif. Kak Narita mengajak penonton untuk terus belajar dan sampai jumpa di video selanjutnya.

Watch the Video

Date: 1/12/2026 Source: www.youtube.com
Share

Stay Informed with Quality Articles

Discover curated summaries and insights from across the web. Save time while staying informed.

© 2024 BriefRead