Ringkasan Singkat
Video ini membahas tentang penyembahan sejati yang bukan hanya sekadar aktivitas di gereja, tetapi bagaimana kita mempersembahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan. Ini mencakup pikiran, perasaan, dan kehendak kita, serta bagaimana kita meresponi setiap kejadian dalam hidup untuk diubahkan menjadi serupa dengan Kristus. Buah Roh Kudus seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri harus termanifestasi dalam kehidupan sehari-hari kita.
- Penyembahan sejati melibatkan seluruh hidup, bukan hanya di gereja.
- Pikiran, perasaan, dan kehendak harus ditaklukkan kepada Tuhan.
- Respon yang benar terhadap masalah akan mengubah kita menjadi serupa dengan Kristus.
- Buah Roh Kudus harus termanifestasi dalam kehidupan sehari-hari.
- Pentingnya memiliki hati yang hancur dan takluk kepada kehendak Tuhan.
Pembukaan dan Doa [0:01]
Peter Guntur membuka dengan doa syukur dan permohonan agar Roh Kudus hadir dan memenuhi ruangan. Ia meminta agar para penari diurapi dan dipersiapkan untuk hal-hal besar di masa depan, serta memohon hikmat, wahyu, dan pengertian bagi semua yang hadir.
Kerinduan akan Tuhan dan Pemulihan Otoritas [2:40]
Peter Guntur menyatakan bahwa ia senang berkhotbah di tempat di mana orang-orang haus dan lapar akan Tuhan. Ia menjelaskan bahwa pada mulanya, Tuhan ingin manusia tinggal dalam hadirat-Nya dan memiliki hubungan yang intim dengan-Nya. Kelahiran Yesus mengembalikan otoritas tersebut, sehingga kita dapat berjalan dari kemuliaan satu ke kemuliaan yang lain. Orang yang dilahirkan kembali seharusnya seperti Adam sebelum jatuh dalam dosa, berkuasa dan memanifestasikan kuasa Tuhan.
Penyembahan Sejati: Lebih dari Sekadar Aktivitas Gereja [5:32]
Penyembahan sejati bukan hanya tentang bernyanyi, menari, atau berbahasa roh di gereja, tetapi tentang memberikan hati, pikiran, dan perasaan kita sepenuhnya kepada Tuhan. Banyak orang melayani dengan kepalsuan, tidak memberikan hidup mereka sepenuhnya kepada Tuhan. Mazmur 51:17 menyatakan bahwa korban sembelihan kepada Allah adalah jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk. Pikiran kita harus ditaklukkan sepenuhnya kepada Tuhan.
Mempersembahkan Tubuh sebagai Persembahan yang Hidup [8:23]
Roma 12:1 menasihatkan untuk mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah. Ibadah sejati adalah mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, dihidupkan oleh Roh Kudus. Tanpa kelahiran baru, kita tidak bisa mengenal Tuhan. Setelah mengalami kelahiran baru, kita harus memberi diri sepenuhnya dipimpin oleh Roh Kudus, bukan oleh perasaan, emosi, ego, atau hawa nafsu.
Jiwa yang Hancur dan Penaklukkan Diri [10:36]
Korban sembelihan kepada Allah adalah jiwa yang hancur. Pikiran, perasaan, dan kehendak harus diremukkan dan ditaklukkan. Orang yang tidak diremukkan akan menjadi keras kepala, sombong, dan susah ditegur. Kejadian, masalah, teguran, dan orang lain dapat dipakai Tuhan untuk meremukkan kita. Respon yang benar terhadap masalah akan mengubah kita.
Kerinduan akan Pelataran Tuhan [14:08]
Jiwa yang hancur akan memiliki kerinduan dan kelaparan akan Tuhan. Orang Kristen seharusnya setiap hari memiliki rasa haus dan lapar akan Tuhan, lebih dari apapun. Penyembahan bukan hanya di gereja, tetapi 24 jam sehari sebagai korban penyembahan di hadapan Tuhan. Lakukan segala sesuatu seperti melakukannya untuk Tuhan.
Melakukan Segala Sesuatu seperti untuk Tuhan [16:25]
Kolose 3:23 mengatakan, "Apapun yang kamu perbuat, perbuatlah segenap hatimu." Lakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan, termasuk memasak. Jika kita melakukan segala sesuatu untuk diri sendiri, Tuhan tidak akan berkenan. Abraham memberikan yang terbaik kepada Tuhan dengan mempersembahkan Ishak.
Dipimpin oleh Roh Kudus dan Buah Roh [22:33]
Galatia 5:16 menyatakan, "Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging." Jika kita melakukan segala sesuatu untuk Tuhan, kita tidak akan melanggar peraturan. Kita harus mati terhadap diri sendiri, karena di dalam diri kita ada ego dan hawa nafsu. Orang yang dipimpin Roh Kudus akan menghasilkan buah Roh, yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.
Buah Roh: Kasih, Sukacita, dan Damai Sejahtera [32:43]
Orang Kristen dikenal karena kasih mereka, gampang memaafkan, dan ramah. Sukacita harus keluar dari hati karena Roh Kudus. Orang Kristen harus tahan uji dalam segala hal dan tidak terpengaruh oleh hal apapun di luar dirinya. Masalah yang kita hadapi sebenarnya karena respon kita yang salah.
Buah Roh: Kesabaran, Kemurahan, dan Kebaikan [38:47]
Kesabaran akan muncul ketika kita diperhadapkan dengan orang yang menyebalkan. Kita harus memiliki hati yang murni di hadapan Tuhan. Penyembahan bukan hanya sekadar bernyanyi, tetapi menghidupi firman yang keluar dari lidah bibir kita. Orang Kristen yang berjalan bersama Tuhan diurapi dan dipenuhi dengan hadirat Tuhan.
Buah Roh: Kesetiaan, Kelemahlembutan, dan Penguasaan Diri [48:56]
Suami istri harus setia dengan pasangannya, setia dalam pelayanan, dan setia dengan pekerjaan. Kita harus memiliki karakter yang lemah lembut, yang berbicara tentang sikap hati kita. Orang yang sombong adalah orang yang keras hati, susah ditegur, dan susah dinasihatin. Kita harus memiliki sikap hati yang lembut, cepat bertobat dan berubah. Setelah lulus dari semua ini, kita akan menjadi orang yang bisa mengendalikan diri dan menempatkan diri dengan tepat.
Menjadi Bangsawan Kerajaan Allah dan Penyembahan yang Menghadirkan Tuhan [51:49]
Kita adalah bangsawan kerajaan Allah yang harus memanifestasikan sikap dan tindakan seperti bangsawan kerajaan Allah. Penyembahan kita bisa menghadirkan Tuhan. Kita harus memberi diri sebagai korban penyembahan setiap hari di hadapan Tuhan. Kita harus menjadi kepanjangan lidah, bibir, tangan, dan pekerjaan Tuhan di muka bumi.
Pujian dan Penyembahan [55:48]
Fokuskan hati kepada Tuhan dan jangan memikirkan apapun. Konsentrasi kepada pribadi Tuhan baru bisa menyembah Tuhan. Taklukkan pikiran di hadapan Tuhan dulu baru bisa memberi pujian, pengagungan, dan penyembahan yang lahir dari hati.
Doa dan Pengurapan [1:07:01]
Peter Guntur mengajak semua yang hadir untuk membuka tangan dan berdoa. Ia berdoa agar hadirat Tuhan turun memenuhi orang-orang yang haus dan lapar, dan agar pengurapan Tuhan mengalir dari ujung rambut sampai telapak kaki.