Ringkasan Singkat
Video ini membahas pengunduran diri petinggi OJK dan implikasinya terhadap ekonomi Indonesia. Ranilsim Kajinar menganalisis bahwa pengunduran diri ini merupakan target dari Menteri Keuangan, Purbaya, karena perbedaan pandangan mengenai kebijakan ekonomi yang pro rakyat. Dia juga menyoroti peran asing dalam mengendalikan pasar saham Indonesia dan pentingnya keselarasan antara Bank Indonesia, OJK, dan kebijakan fiskal pemerintah untuk mencapai stabilitas ekonomi.
- Pengunduran diri petinggi OJK diduga sebagai target Purbaya.
- Peran asing dalam mengendalikan pasar saham Indonesia.
- Pentingnya keselarasan kebijakan ekonomi untuk stabilitas.
Pendahuluan [0:00]
Ranilsim Kajinar memulai dengan membahas pengunduran diri Gedirut BEI dan menduga bahwa OJK panik karena IHSG jatuh. Dia menyebutkan bahwa Komisioner OJK berjumlah sekitar 11 orang dan ketua bidang pengawasan pasar saham bukan hanya sekedar panik, tetapi sampai mengundurkan diri. Mahendra Siregar dan Inardo Jayadi resmi mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral di tengah proses pemulihan sektor keuangan nasional. OJK menegaskan bahwa operasional pengawasan pasar modal dan bursa karbon tidak akan terganggu.
Analisis Purbaya dan Targetnya [1:24]
Ranilsim Kajinar menganalisis bahwa pengunduran diri ini sudah ditargetkan oleh Purbaya. Purbaya menghargai kemunduran diri di RUT BEI sebagai bentuk pertanggungjawaban. Purbaya menganggap positif mundurnya Dirut BEI sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masalah yang timbul di bursa. Purbaya menyatakan bahwa investor akan lebih yakin bahwa arah ke depan akan lebih baik dan akan berinvestasi di sektor FD.
Pengkhianatan Bank Indonesia dan Dosa OJK [4:44]
Ranilsim Kajinar menjelaskan bahwa Purbaya menargetkan Gubernur Bank Indonesia karena Bank Indonesia dianggap berkhianat ke fiskal dengan mengeringkan likuiditas yang telah digelontorkan. Dosa OJK adalah karena membiarkan goreng-goreng saham, padahal OJK bertanggung jawab atas Bursa Efek Indonesia. Purbaya, sebagai mantan ketua LPS yang tergabung dalam KSSK, melihat bahwa rezim keuangan sebelumnya rusak dan semua elemen rezim tersebut harus diganti.
Peran OJK dan Bank Indonesia dalam Rezim Keuangan [7:32]
OJK adalah pecahan dari Bank Indonesia dan keduanya diamanatkan oleh konstitusi untuk menjaga atau mengawasi fiskal. Jika fiskal terlalu poya-poya, Bank Indonesia dan OJK yang mengeremnya. Purbaya melihat bahwa rezim sebelumnya tidak pro rakyat, melainkan pro oligarki. Purbaya mencoba dengan cara persuasif meminta DPR untuk mengatur OJK, LPS, dan Bank Indonesia, namun tidak pernah ada sidang yang konfrontatif.
Kebijakan Purbaya untuk Rakyat [10:04]
Ranilsim Kajinar menjelaskan bahwa kebijakan Purbaya bertujuan untuk rakyat, seperti yang terlihat dari pengungkapan industri batubara yang merampok duit negara. Kebijakan rezim lama, seperti bunga tinggi Bank Indonesia yang menguntungkan bank himbara, dibolehkan oleh OJK. Dengan mundurnya pimpinan OJK, ini adalah tujuan Purbaya. Purbaya menonaktifkan orang yang mengawasi kantor KPP karena yang tidak beres adalah OJK yang mengawasi.
Antek Asing dan Pengendalian Ekonomi [13:41]
Ranilsim Kajinar membahas tentang antek asing yang dikatakan oleh Prabowo, yang bisa jadi Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, atau OJK. Kepentingan asing adalah uang dan mencuci otak dengan pengetahuan ekonomi yang tidak dipakai oleh negara lain. Jatuhnya IHSG dikendalikan oleh asing, dan jika Bank Indonesia, OJK, dan LPS sinkron dengan kebijakan Purbaya, hal ini tidak akan terjadi.
Penilaian MNSI dan Pengaruh Asing [17:20]
Ranilsim Kajinar menjelaskan bahwa IHSG jatuh karena penilaian MNSI yang menurunkan peringkat bursa efek Indonesia karena kurangnya transparansi. MNSI sama dengan badan survei yang mengeluarkan rilis berdasarkan arahan pemegang saham, yaitu orang-orang elit yang mengendalikan dunia. Negara seperti Cina tidak bisa dimainkan karena orang-orangnya tidak bisa disetir.
Ketidakpercayaan Purbaya pada Doktrin Asing [22:14]
Purbaya tidak percaya dengan IMF dan lembaga-lembaga asing karena pengalaman dengan ekonom Jepang yang mengatakan bahwa Indonesia tidak punya privilese untuk hutang besar. Purbaya meminta Bank Indonesia untuk tidak mengeringkan likuiditas dan OJK untuk mengawasi yang menggoreng saham. Pendirian Danantara tidak disukai Purbaya karena akan menggerus APBN.
Harapan untuk Perubahan [26:04]
Ranilsim Kajinar berharap agar semua petinggi OJK dan Bank Indonesia mundur demi kebaikan bangsa. Jika ada dosa masa lalu, mereka akan terjerat dengan kebijakan Purbaya yang baru. Tujuan Purbaya baik agar ekonomi Indonesia sinkron dan beban keuangan tidak terlalu berat. Ranilsim Kajinar berharap langkah-langkah ini akan berhasil dan gubernur Bank Indonesia mundur untuk memberikan peluang kepada yang lain yang seide dengan zaman sekarang.