Kesaksian pencari kebenaran menemukan jalan kebenaran yang memerdekakan dalam Pemulihan Tuhan.

Kesaksian pencari kebenaran menemukan jalan kebenaran yang memerdekakan dalam Pemulihan Tuhan.

Ringkasan Singkat

Video ini adalah kesaksian Hendro Puspadi tentang perjalanan spiritualnya dalam kekristenan, dari pencarian kebenaran di berbagai denominasi gereja hingga akhirnya menemukan "jalan pemulihan Tuhan." Ia menceritakan pengalamannya menerima karunia-karunia rohani, pelayanan di berbagai gereja, hingga akhirnya merasa ada sesuatu yang kurang. Titik baliknya adalah ketika ia diperkenalkan dengan konsep "Allah memberikan diri-Nya sendiri" dan tujuan kekal Allah, yang mengubah pandangannya tentang iman dan pelayanan.

  • Pencarian kebenaran sejati di berbagai denominasi gereja.
  • Pengalaman menerima karunia rohani dan pelayanan.
  • Penemuan "jalan pemulihan Tuhan" dan tujuan kekal Allah.

Pengalaman Awal dan Pencarian Kebenaran [0:00]

Hendro Puspadi menceritakan latar belakangnya yang lahir dan besar di lingkungan yang tidak Kristen. Saat SMP, ia mulai belajar ilmu kebatinan dan spiritualitas. Titik baliknya adalah ketika seorang ibu menyuruhnya berdoa dan berpuasa untuk menjemput Isa Almasih, yang kemudian membawanya pada prestasi akademik yang meningkat. Setelah itu, ia mulai belajar Alkitab dan percaya bahwa kebenaran akan nampak jika dibaca dengan sungguh-sungguh.

Pindah-Pindah Gereja dan Ketidakpuasan [1:49]

Hendro kemudian pindah-pindah gereja karena merasa tidak menemukan kesesuaian antara apa yang ia baca di Alkitab dengan praktik yang ada di gereja-gereja tersebut. Ia menekankan prinsip Alkitab bahwa "kalau ada tepung jangan dicampur ragi," yang berarti mencari ajaran yang murni. Selama di berbagai denominasi, ia aktif dalam pelayanan seperti sekolah minggu, tim besuk, dan seksi kerohanian. Namun, ia tetap merasa belum menemukan apa yang tertulis di Alkitab, khususnya tentang gereja mula-mula seperti yang ada di Kisah Para Rasul.

Perjumpaan dengan Pemulihan Tuhan [4:59]

Sebelum mengenal pemulihan Tuhan, Hendro aktif menginjil ke luar kota. Suatu ketika, saat menginjil di Temanggung, ia bertemu dengan orang-orang yang kemudian memperkenalkannya pada "jalan pemulihan." Ia sempat mengalami ancaman pembunuhan karena imannya, tetapi Tuhan melindunginya. Pertemuan penting terjadi ketika ia diajak ke rumah seorang saudara seiman dan mendengarkan kesaksian tentang "Kristus yang menjadi kenikmatan setiap hari."

Pengalaman Ibadah yang Berbeda [8:11]

Hendro menceritakan pengalamannya mengikuti ibadah di rumah yang berbeda dengan gereja-gereja yang pernah ia datangi. Ia terkejut dengan penggunaan kidung pujian yang sederhana, tetapi Roh Kudus menyuruhnya untuk mendengarkan kata-kata dalam pujian tersebut. Ia tersentuh dengan lirik tentang "Allah memberikan diri-Nya sendiri" sebagai berkat sejati, yang belum pernah ia dengar sebelumnya.

Perjamuan Kudus dan Firman yang Menggugah [15:03]

Hendro juga terkejut dengan pelaksanaan Perjamuan Kudus yang menggunakan roti dan cawan tunggal, seperti yang dilakukan Tuhan Yesus bersama murid-murid-Nya. Setelah itu, ia mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan oleh seorang anak kecil kelas 2 SMP tentang "kirbat lama dan kirbat baru." Ia merasa tersentuh dan menyadari bahwa kebenaran Tuhan itu segar setiap pagi dan baru setiap hari.

Kebenaran-Kebenaran Baru dalam Pemulihan [22:15]

Hendro menjelaskan beberapa kebenaran baru yang ia terima dalam pemulihan Tuhan. Ia mengikuti sidang kelompok dan tertarik dengan konsep "ekonomi Allah," yang berbeda dengan pemahaman sebelumnya. Ia belajar untuk mengosongkan diri dari pengalaman lama dan mengisi diri dengan yang segar dan baru dari Tuhan. Ia juga memahami bahwa tujuan kekal Allah adalah menjadikan manusia tempat kediaman-Nya.

Penglihatan dan Penyeberangan Sungai Yordan [27:04]

Hendro menceritakan penglihatannya tentang pohon sesawi yang ditanam di pasir dan di tanah yang keras. Ia kemudian memahami bahwa penyeberangan Sungai Yordan melambangkan kematian diri dan penyaliban, yang diperlukan untuk mencapai tanah Kanaan. Ia juga belajar tentang pentingnya "makan dan minum Tuhan" serta "menyeru nama Tuhan."

Menyeru Nama Tuhan dan Dampaknya [35:39]

Hendro menceritakan pengalamannya mengajarkan orang lain untuk "menyeru nama Tuhan." Ia terkejut dengan dampak yang terjadi, di mana orang-orang yang belum pernah mengalami hadirat Tuhan tiba-tiba terjamah dan mengalami kebebasan. Sejak saat itu, ia terus "menyeru nama Tuhan" setiap hari dan merasakan kesegaran rohani yang baru.

Tujuan Kekal Allah dan Peringatan [39:51]

Hendro menekankan bahwa tujuan kekal Allah adalah menjadikan manusia gereja, tempat kediaman-Nya. Ia memperingatkan tentang bahaya tetap tinggal di "padang gurun" dan pentingnya mengosongkan diri untuk menerima kebenaran yang baru. Ia juga menyoroti pentingnya "percaya ke dalam" Tuhan, bukan hanya "percaya kepada" Tuhan.

Kasih yang Mula-Mula dan Pesan Terakhir [45:13]

Hendro menekankan pentingnya mempertahankan "kasih yang mula-mula" dengan senantiasa memiliki hayat yang segar melalui "makan dan minum Tuhan" serta "menyeru nama Tuhan." Ia juga menggunakan istilah "al-muhith" dan "al-wasith" untuk menggambarkan Tuhan yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Ia berharap kesaksiannya dapat mendorong orang lain untuk mencari kebenaran yang lebih dalam dan mengalami tujuan kekal Allah.

Watch the Video

Date: 3/20/2026 Source: www.youtube.com
Share

Stay Informed with Quality Articles

Discover curated summaries and insights from across the web. Save time while staying informed.

© 2024 BriefRead