Ringkasan Singkat
Video ini menggambarkan pengalaman seorang anak berusia tujuh tahun yang merasa takut untuk mencabut gigi di Puskesmas. Meskipun ibunya telah berusaha membawanya untuk mendapatkan perawatan, anak tersebut menunjukkan perilaku agresif dan menolak untuk bertemu dokter. Dalam video ini, perawat menggunakan berbagai teknik komunikasi untuk menenangkan anak, termasuk cerita dan pendampingan, sehingga anak tersebut bisa beradaptasi dengan situasi yang menakutkan.
- Seorang anak menangis dan agresif saat akan dicabut giginya.
- Perawat menggunakan teknik komunikasi untuk menenangkan dan membantu anak.
Pengalaman Awal di Puskesmas [0:00]
Seorang anak berusia tujuh tahun menunjukkan perlakuan menolak untuk dicabut giginya di Puskesmas Pelita. Meskipun telah mengeluhkan sakit gigi kepada ibunya selama empat hari, ia bereaksi agresif dan terus menangis saat di bawa ke dokter. Ibunya merasa jengkel dan tetap berada di Puskesmas meskipun anaknya terus merengek untuk pulang.
Usaha Perawat Menenangkan [1:00]
Sang perawat mendekati anak untuk menenangkannya dan mencoba menjalin komunikasi. Anak tersebut masih menunjukkan sikap menolak meskipun perawat berusaha berbicara dengan lembut dan mengalihkan perhatian anak dengan berbincang. Tindakan ini tidak sepenuhnya berhasil, dan anak tersebut masih bersikap agresif.
Mengenal Dokter [2:00]
Perawat mengajak anak untuk mengenal dokter secara positif, namun anak tetap merasa takut saat melihat pasien lain keluar dengan kondisi yang menakutkan. Ibunya yang sudah merasa stres memutuskan untuk membawa anak pulang alih-alih memaksanya untuk tinggal di Puskesmas.
Kedatangan Kembali ke Puskesmas [5:00]
Keesokan harinya, ibu membawa anaknya kembali ke Puskesmas lebih awal untuk menghindari antrean panjang. Meski perawat berusaha menjelaskan kepada anak tentang kenapa ia harus diperiksa, anak masih merasa cemas dan takut dengan apapun yang berhubungan dengan dokter.
Tindakan Perawatan oleh Dokter [7:00]
Ketika memasuki ruang dokter, anak masih menunjukkan ketakutan yang mendalam. Namun, perawat berusaha mengalihkan perhatian anak dengan cerita mengenai kartun favoritnya, sehingga dapat menjaga anak tetap rileks saat pemeriksaan berlangsung. Perawat berperan penting dalam mengurangi kecemasan anak pada saat pencabutan gigi.
Teknik Komunikasi yang Digunakan Perawat [8:00]
Perawat menerapkan komunikasi terapeutik dengan menggunakan teknik verbal dan non-verbal. Ia memberikan penjelasan yang mudah dimengerti oleh anak, serta menjaga nada suara yang lembut dan kontak mata. Selain itu, perawat juga menggenggam tangan anak selama proses pemeriksaan untuk mengurangi ketegangan saat gigi dicabut.
Kesimpulan dan Saran dari Dokter [9:00]
Setelah pencabutan gigi, dokter memberikan saran kepada ibu untuk menjaga kesehatan gigi anak dan tidak mengonsumsi terlalu banyak makanan manis. Perawat dan dokter juga menjelaskan pentingnya kunjungan rutin untuk pemeriksaan gigi agar kesehatan mulut anak terjaga, menciptakan hubungan saling percaya antara perawat dan anak, serta meningkatkan kerjasama saat perawatan.