Ringkasan Singkat
Video ini membahas peran istri dalam mencari nafkah menurut perspektif Alkitab. Intinya adalah:
- Kutukan setelah kejatuhan dalam dosa memengaruhi pria dan wanita secara berbeda: pria harus bersusah payah mencari nafkah, sementara wanita mengalami sakit saat melahirkan.
- Tidak ada larangan eksplisit bagi wanita untuk bekerja dan mencari nafkah dalam Alkitab.
- Istri dapat menjadi penolong yang luar biasa bagi suami dalam mencari nafkah, terutama jika suami mengalami kesulitan.
- Kitab Amsal 31 menggambarkan wanita bijak yang aktif bekerja dan menghasilkan pendapatan untuk keluarganya.
Curhatan Seorang Wanita [0:45]
Seorang wanita curhat kepada pembicara tentang suaminya yang kurang menghasilkan nafkah. Wanita itu mengeluh dan merasa bahwa suaminya tidak memenuhi tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga yang seharusnya mencari nafkah agar istri bisa tinggal enak. Pembicara setuju bahwa suami adalah kepala keluarga, tetapi juga memiliki pandangan lain setelah membaca Kejadian 3.
Kutukan Setelah Kejatuhan Dalam Dosa [2:28]
Setelah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, Tuhan memberikan kutukan yang berbeda kepada pria dan wanita. Wanita dikutuk dengan susah payah saat mengandung dan melahirkan. Pria dikutuk dengan harus bersusah payah mencari rezeki dari tanah seumur hidupnya. Pembicara menyimpulkan bahwa wanita tidak berada di bawah kutukan susah mencari makan seperti pria, sehingga ada kemungkinan wanita bisa mencari nafkah dengan lebih mudah.
Peran Istri Menurut Efesus dan Tradisi Yahudi [7:06]
Dalam Efesus, suami diperintahkan untuk mengasihi istri seperti Kristus mengasihi gereja. Tidak ada larangan bagi wanita untuk mencari nafkah. Dalam tradisi Yahudi, banyak wanita bekerja di ladang dan mengurus peternakan. Kisah tentang bujang Abraham yang mencari istri untuk Ishak menunjukkan bahwa wanita pada zaman itu melakukan pekerjaan berat di ladang. Tokoh Sulamit dalam Kidung Agung digambarkan hitam manis karena sering terkena matahari saat mengurus domba.
Istri Sebagai Penolong dan Wanita Bijak dalam Amsal 31 [9:34]
Wanita diciptakan sebagai penolong, yang berarti mereka memiliki kekuatan ekstra. Jika seorang suami tidak mampu menafkahi keluarga dengan cukup, istri boleh dan bahkan bagus jika bisa ikut menolong mencari nafkah. Kitab Amsal 31 menggambarkan wanita bijak yang bangun pagi-pagi, menyiapkan makanan untuk seisi rumah, membuat kain untuk dijual, dan hasilnya digunakan untuk keluarga. Ini menunjukkan bahwa wanita tidak hanya mengurus rumah tangga, tetapi juga memiliki pekerjaan yang menunjang keluarga.
Ajakan untuk Para Wanita [12:10]
Pembicara mengajak para wanita untuk merenungkan kembali firman Tuhan. Jika ditempatkan pada posisi harus membantu mencari nafkah, bersyukurlah dan jangan merasa apes. Percayalah bahwa Anda sedang bergerak dan bertindak menjadi penolong yang luar biasa. Teruslah berkarya dan berpotensi sehingga Anda bisa menjadi istri dan ibu yang dibanggakan oleh seluruh keluarga.