Ringkasan Singkat
Video ini membahas pentingnya memperbarui pola pikir agar selaras dengan kehendak Tuhan, bukan hanya mengikuti asumsi dan pandangan pribadi. Kekristenan sejati adalah menaklukkan pikiran kepada Kristus, sehingga menghasilkan buah dan dampak positif dalam hidup. Mengandalkan pikiran sendiri tanpa pembaharuan firman dapat membawa kesombongan dan kehancuran.
- Pentingnya pembaharuan budi (pikiran, perasaan, kehendak) agar sejalan dengan firman Tuhan.
- Bahaya hidup berdasarkan asumsi dan pandangan sendiri yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
- Contoh-contoh dari Alkitab (Isak dan Saul) yang menunjukkan konsekuensi dari hidup berdasarkan asumsi pribadi.
- Pentingnya menaklukkan pikiran kepada Kristus untuk menikmati anugerah dan damai sejahtera Tuhan.
Pendahuluan [0:00]
Pembelajaran ini bertujuan untuk mengubah pola pikir dan cara pandang agar selaras dengan kehendak Tuhan, sehingga kekristenan menghasilkan buah dan dampak positif. Hidup yang berjalan sesuai ketetapan Tuhan akan berbeda dari orang lain, sementara hidup dengan pola pikir dunia tidak akan mengubah karakter menjadi lebih baik.
Cara Pandang yang Benar [0:51]
Setiap orang memiliki cara pandang masing-masing tentang menjalani hidup, melakukan apa yang dianggap benar dan baik menurut diri sendiri. Namun, hal ini belum tentu sejalan dengan kehendak Tuhan. Kekristenan sejati adalah menaklukkan pikiran kepada Kristus agar sepikir dengan Tuhan, sehingga menjadi orang yang berkemenangan. Banyak orang hidup dengan asumsi dan pikiran sendiri, yang pada akhirnya tidak berkenan di hadapan Tuhan.
Amsal 16:2 [1:28]
Amsal 16 ayat 2 menyatakan bahwa segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, namun Tuhanlah yang menguji hati. Seseorang mungkin merasa paling benar dan baik menurut pandangannya sendiri, tetapi jika hanya fokus pada diri sendiri, ia bisa menjadi keras kepala dan merasa paling benar. Hal ini dapat menyebabkan tindakan yang melukai orang lain, bahkan dalam hubungan suami istri jika masing-masing hanya mengikuti asumsi sendiri.
Pembaharuan Budi [3:06]
Alkitab mengajarkan untuk berubah oleh pembaharuan budi, yaitu pikiran, perasaan, dan kehendak, agar sejalan dengan firman Tuhan. Tanpa pembaharuan budi, seseorang bisa menjadi sombong tanpa menyadarinya. Orang yang sombong cenderung menghakimi, merendahkan, dan meninggikan diri sendiri, merasa paling benar dan suci.
Amsal 21:2 [4:52]
Amsal 21 ayat 2 kembali menegaskan bahwa setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri. Banyak orang mengikuti emosi, hawa nafsu, keinginan, dan kehendak sendiri, padahal jiwa tidak menyukai firman Tuhan. Mengikuti kehendak sendiri akan membawa pada masalah dan tekanan. Penting untuk menaklukkan hati dan diri sepenuhnya di hadapan Tuhan agar memiliki pola pikir dan cara pandang yang diubahkan.
Stereo Ego dan Hawa Nafsu [6:11]
Mengikuti ego dan hawa nafsu dalam mengambil keputusan akan menghancurkan. Kita harus diperbaharui oleh firman setiap hari agar pola pikir sejalan dengan Tuhan. Orang yang fokus pada diri sendiri dan membanggakan diri seringkali melukai orang lain tanpa disadari. Kita dipanggil untuk menjadi berkat, bukan batu sandungan. Orang yang keras kepala dan merasa benar sendiri akan mengalami kehancuran.
Kejadian 26 [7:26]
Kisah Isak di Kejadian 26 menggambarkan bagaimana ia hidup dengan asumsinya sendiri. Meskipun Tuhan telah berjanji untuk menyertai dan memberkati, Isak berbohong tentang istrinya, Ribka, karena takut dibunuh. Tindakan ini menunjukkan bahwa ia tidak mempercayai janji Tuhan dan lebih mengandalkan pikirannya sendiri. Akibatnya, kebohongannya terbongkar dan mendatangkan masalah.
1 Samuel 13 [12:34]
Kisah Saul di 1 Samuel 13 adalah contoh lain tentang konsekuensi hidup berdasarkan asumsi. Saul tidak taat pada perintah Samuel untuk menunggu sebelum mempersembahkan korban bakaran. Karena melihat rakyatnya terdesak dan Samuel tidak kunjung datang, Saul mempersembahkan korban sendiri karena pikirannya sendiri. Tindakan ini dianggap bodoh oleh Samuel dan menyebabkan kerajaannya tidak tetap.
Menaklukkan Pikiran kepada Firman [16:23]
Apa yang kita pikir benar belum tentu benar di hadapan Tuhan. Hidup dengan asumsi akan membawa pada perjalanan yang berdarah-darah, capek, dan lelah. Pikiran, cara pandang, dan kehendak harus takluk sepenuhnya kepada firman Tuhan. Perlu memiliki persekutuan pribadi yang dalam dengan Tuhan agar tahu apa yang harus diputuskan sejalan dengan firman atau tidak.
Pikiran adalah Medan Peperangan [19:44]
Pikiran adalah medan peperangan. Jika tidak bisa menaklukkan pikiran, kita akan dikendalikan oleh pikiran yang liar dan dianggap benar, yang pada akhirnya membawa pada masalah demi masalah. Hidup tidak akan menikmati kebahagiaan, kuasa Tuhan, dan damai sejahtera jika tidak bisa menaklukkan pikiran kepada Kristus. Buang semua pikiran negatif dan tetap pegang janji Tuhan.
Filipi dan Kolose [18:28]
Di Filipi dikatakan, "Hendaklah pikiranmu berpikir yang baik, sedap didengar, patut dipuji." Di Kolose dikatakan, "Engkau harus berpikir pikiran yang di atas di mana Kristus ada, supaya pikiran kita sejalan dengan firman setiap hari." Ketika pikiran sejalan dengan firman, hidup akan menikmati anugerah dan kasih setia Tuhan.
Penutup dan Doa [21:13]
Video diakhiri dengan doa, memohon agar firman Tuhan meresap dalam hati dan mengubah cara pandang. Doa juga dipanjatkan untuk kesembuhan dan pemulihan bagi yang sakit, serta berkat, proteksi, dan penjagaan dari Tuhan.