Ringkasan Singkat
Video ini adalah rekaman webinar ASN Belajar seri ke-17 yang diselenggarakan oleh BPSDM Jawa Timur. Webinar ini membahas tentang pentingnya menjaga harkat dan integritas ASN di era digital dan kecerdasan buatan (AI). Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:
- Transformasi digital membawa kemudahan, tetapi juga tantangan etika dan integritas.
- ASN harus adaptif terhadap teknologi, tetapi tidak boleh kehilangan sisi humanistik.
- Pentingnya membangun "digital dignity" untuk menjaga harkat dan kehormatan ASN di ruang digital.
- Kerangka kerja "human in the loop" diperlukan untuk akuntabilitas AI.
- Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mencapai target kompetensi digital ASN.
Pembukaan [0:15]
Video dimulai dengan serangkaian klip yang menampilkan berbagai kegiatan dan layanan yang diselenggarakan oleh BPSDM Jawa Timur, termasuk pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan kegiatan sosial. Klip-klip ini menekankan komitmen BPSDM Jatim untuk memberikan pelayanan terbaik dan membangun ASN yang berakhlak dan kompeten.
Testimoni Peserta dan Asesor [6:02]
Beberapa peserta dan asesor pelatihan memberikan testimoni tentang pengalaman mereka di BPSDM Jawa Timur. Mereka memuji fasilitas, kompetensi pengajar, dan relevansi pelatihan dengan kebutuhan pekerjaan mereka. Para asesor juga menyoroti dedikasi dan kemampuan peserta dalam mengimplementasikan teknologi digital dalam pekerjaan mereka.
Gerakan ASRI UPT Sertifikasi Kompetensi SDM [11:00]
Video menampilkan kegiatan "Gerakan ASRI" (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dilakukan oleh UPT Sertifikasi Kompetensi SDM BPSDM Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan wujud dukungan terhadap gerakan kebersihan dan penataan lingkungan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah untuk menanamkan nilai tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap instansi.
Pembukaan Webinar ASN Belajar Seri 17 [16:05]
Webinar ASN Belajar seri ke-17 dibuka dengan sambutan dari Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Dr. Ramlianto. Beliau menekankan pentingnya menjaga harkat digital ASN di era AI. Transformasi digital harus melahirkan ASN yang semakin kuat karakternya, dengan integritas, empati, dan nilai pengabdian yang tinggi.
Urgensi Sertifikasi Penanggulangan Bencana [18:32]
Sesi ini membahas urgensi sertifikasi kompetensi bagi personel yang tergabung dalam Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Indonesia merupakan negara yang rawan bencana, sehingga peningkatan kapasitas personel BPBD sangat penting untuk meminimalisir dampak bencana. UPT Sertiom BPSDM Jawa Timur menyediakan program sertifikasi penanggulangan bencana (PB Tangguh) dengan berbagai skema kompetensi yang disesuaikan dengan level jabatan.
Sesi 1: Menjaga Martabat Birokrasi di Tengah Disrupsi Teknologi [44:32]
Narasumber pertama, Bapak Fahmi Alusi dari Kemenpan RB, menyampaikan materi tentang menjaga martabat birokrasi di tengah disrupsi teknologi. Beliau menjelaskan tentang konsep "BANI" (Brittle, Anxious, Nonlinear, Incomprehensible) dan disrupsi digital yang memaksa dunia untuk bertransformasi. AI akan menjadi core skill pada birokrasi masa depan, sehingga ASN perlu beradaptasi dan meningkatkan kompetensi digital.
Pergeseran Paradigma Menuju Martabat Digital [54:05]
Bapak Fahmi Alusi menjelaskan tentang pergeseran paradigma menuju martabat digital (digital dignity). Dalam sudut pandang digital dignity, integritas, transparansi, dan akuntabilitas harus dikedepankan. ASN berperan sebagai penjaga batas etis dan verifikator kebenaran. Kerangka kerja "human in the loop" diperlukan untuk akuntabilitas AI, di mana ASN bertindak sebagai filter terhadap bias, hoax, dan pelanggaran privasi.
Kerangka Etika Adaptif dan Rencana Aksi Pemerintah [1:00:12]
Bapak Fahmi Alusi menjelaskan tentang kerangka etika adaptif sebagai pondasi birokrasi era kecerdasan buatan. Inovasi publik harus bertanggung jawab, dengan pilar transparansi algoritma, keadilan inklusif, dan keamanan data. Beliau juga menjelaskan tentang rencana aksi pemerintah untuk percepatan kesiapan digital ASN, termasuk penyusunan kerangka kompetensi digital ASN dan peningkatan kompetensi digital melalui pelatihan dan sertifikasi.
Sesi 2: Membangun Harkat Digital ASN [1:30:25]
Narasumber kedua, Ibu Farida Dewi Maharani dari Kominfo, menyampaikan materi tentang membangun harkat digital ASN. Beliau menjelaskan tentang arah Indonesia digital yang terdiri dari 3T (Terhubung, Tumbuh, Terjaga). Tantangan transformasi digital meliputi penyiapan SDM yang adaptif, pemanfaatan teknologi yang produktif, dan penanggulangan misinformasi dan deep fake.
Tata Kelola AI dan Landasan Hukum ASN [1:45:12]
Ibu Farida Dewi Maharani menjelaskan tentang tata kelola AI yang berbasis etika, risiko, dan kedaulatan digital. Etika meliputi inklusivitas, keamanan, aksesibilitas, transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan data pribadi. Beliau juga mengingatkan tentang landasan hukum yang wajib dipatuhi oleh ASN, termasuk Undang-Undang ASN, Peraturan Pemerintah tentang Disiplin PNS, dan Surat Edaran Menteri PANRB tentang Etika Bermedia Sosial.
Nilai Dasar ASN di Sosial Media [2:05:06]
Ibu Farida Dewi Maharani menekankan tentang nilai dasar ASN dalam menjaga integritas di sosial media, yaitu netralitas politik, anti hoax dan verifikasi, menjaga etik dan profesionalisme, serta kerahasiaan negara. Beliau juga mengingatkan tentang pentingnya menggunakan sosial media dengan bijak dan berhati-hati.
Sesi 3: Etika Komunikasi dan Identitas ASN di Ruang Digital [2:30:22]
Narasumber ketiga, Bapak Gilang Gusti Aji dari Unesa, menyampaikan materi tentang etika komunikasi dan identitas ASN di ruang digital. Beliau menyoroti perubahan karakter masyarakat yang semakin kritis dan demanding. Masyarakat tidak lagi hanya menjadi pendengar, pembaca, dan penonton, tetapi juga pembuat informasi.
Disrupsi Komunikasi dan Monitorial Citizenship [2:42:28]
Bapak Gilang Gusti Aji menjelaskan tentang disrupsi komunikasi yang membuat hierarki sosial melemah dan keteraturan terganggu. Beliau juga menjelaskan tentang konsep "monitorial citizenship" di mana masyarakat menjadi pengawas pada sebuah program. Keberadaan "homeless media" (media sosial kewilayahan) semakin menguatkan peran masyarakat sebagai pengawas.
Tantangan Algoritma dan Ekspektasi Baru [2:56:46]
Bapak Gilang Gusti Aji menyoroti tantangan algoritma yang cenderung menaikkan konten kontroversial dan memicu emosi. Beliau juga menjelaskan tentang ekspektasi baru masyarakat terhadap ASN, yaitu respon cepat, empatik, transparan, dan akuntabel.
Rekomendasi dan Pesan Penutup [3:03:43]
Bapak Gilang Gusti Aji memberikan beberapa rekomendasi untuk membangun narasi integritas, yaitu kanal informasi yang faktual, protokol krisis, narasi sesuai tindakan nyata, pengalaman warga sebagai pusat narasi, dan kehati-hatian dalam jejak digital. Beliau menekankan pentingnya membaca dan memahami perubahan komunikasi yang terjadi.